Ini contoh teks berjalan. Isi dengan tulisan yang menampilkan suatu ciri atau kegiatan penting di desa anda.

Artikel

SEJARAH KAMPUNG KEPOH MULYO

21 Agustus 2026  Administrator  6 Kali Dibaca  Berita Desa

DARI DUKUH KAMBANGAN, BENCANA LONGSOR, RELOKASI MANDIRI, HINGGA KEPOH MULYO

Kampung Kepoh Mulyo RT 07 RW 01 Kampung Baru Desa Menawan memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan masyarakat Dukuh Kambangan.

Kampung ini lahir dari sebuah perjalanan penuh keprihatinan, perjuangan, pengorbanan, dan semangat masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih aman.

Sebelum terbentuknya Kepoh Mulyo, masyarakat yang kemudian menjadi bagian dari kawasan relokasi tinggal di Dukuh Kambangan, Desa Menawan. Wilayah tersebut merupakan kawasan perbukitan yang memiliki risiko tanah longsor.

Ancaman longsor telah menjadi kekhawatiran masyarakat, terutama ketika musim hujan tiba. Kekhawatiran tersebut kemudian berubah menjadi kenyataan ketika terjadi bencana besar pada Januari 2014.


BENCANA BESAR DUKUH KAMBANGAN

Kekhawatiran masyarakat kemudian benar-benar terbukti ketika terjadi bencana tanah longsor besar di Dukuh Kambangan pada Januari 2014.

Pada malam 21 Januari hingga dini hari 22 Januari 2014, longsor terjadi di kawasan Dukuh Kambangan, Desa Menawan.

Material longsoran menerjang permukiman warga dan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 12 warga tertimbun material longsor.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu kejadian paling berduka dalam sejarah Desa Menawan.

Duka yang ditinggalkan bukan hanya berupa kerusakan rumah dan lingkungan, tetapi juga kehilangan anggota keluarga dan orang-orang yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Setelah kejadian tersebut, masyarakat semakin khawatir terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Kondisi tanah yang masih labil dan hujan yang terus turun membuat masyarakat harus meninggalkan rumah mereka untuk sementara dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bencana tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan masyarakat Dukuh Kambangan.

Masyarakat semakin menyadari bahwa keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama.

Tinggal di kawasan yang rawan bencana memiliki risiko yang tidak dapat diabaikan.

Dari peristiwa tersebut kemudian muncul pemikiran bahwa masyarakat membutuhkan tempat tinggal baru yang lebih aman.


GAGASAN UNTUK MEMBANGUN TEMPAT TINGGAL BARU

Setelah bencana tersebut, keinginan masyarakat untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman semakin kuat.

Namun, masyarakat tidak ingin meninggalkan Desa Menawan.

Mereka tetap ingin tinggal di desa sendiri, dekat dengan keluarga, lingkungan sosial, dan kehidupan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.

Karena itu, pilihan yang muncul adalah mencari lokasi baru yang masih berada di wilayah Desa Menawan.

Pada tahun 2014, tercatat adanya upaya warga Dukuh Kambangan untuk melakukan relokasi ke wilayah yang masih berada dalam satu desa.

Puluhan keluarga menyatakan keinginan untuk berpindah karena khawatir terhadap ancaman longsor.

Masyarakat kemudian berupaya menyediakan lahan relokasi melalui pembelian tanah secara mandiri.

Inilah yang kemudian menjadi awal dari perjuangan panjang terbentuknya kawasan yang dikenal sebagai Relokasi Mandiri.


PERAN TOKOH-TOKOH DALAM PERJUANGAN

Perjalanan menuju terbentuknya kawasan relokasi tidak terlepas dari peran sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintah desa.

BAPAK PASRI SHODIQ

Bapak Pasri Shodiq merupakan salah satu tokoh utama dalam perjuangan masyarakat.

Beliau turut mendorong dan memperjuangkan gagasan untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

Perjuangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses terbentuknya Relokasi Mandiri.

BAPAK MOH. SHOLIKIN

Bapak Moh. Sholikin, selaku Kepala Desa Menawan pada masa itu, turut berperan dalam membantu dan mendampingi masyarakat.

Dukungan dari pemerintah desa menjadi bagian penting dalam proses koordinasi dan upaya mencari solusi bagi warga yang terdampak dan merasa terancam oleh kondisi wilayah.

BAPAK MOH. RIBOWO

Bapak Moh. Ribowo juga turut membantu dalam proses perjuangan masyarakat.

Beliau menjadi salah satu tokoh yang ikut mendukung proses terbentuknya kawasan relokasi.

Ketiga tokoh tersebut bersama masyarakat menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mewujudkan tempat tinggal baru yang lebih aman.


LAHIRNYA RELOKASI MANDIRI

Relokasi tersebut kemudian dikenal sebagai Relokasi Mandiri.

Nama tersebut menggambarkan semangat masyarakat yang berusaha membangun kehidupan baru dengan kemampuan dan usaha mereka sendiri.

Masyarakat berusaha menyediakan lahan.

Masyarakat ikut memikirkan pembiayaan.

Masyarakat membangun rumah.

Masyarakat membuka dan menata lingkungan.

Masyarakat membangun kehidupan sosial yang baru.

Relokasi Mandiri menjadi simbol bahwa setelah mengalami bencana besar, masyarakat tidak menyerah.

Mereka memilih untuk bangkit.

Mereka memilih untuk membangun kembali kehidupan.

Dan mereka memilih untuk tetap menjadi bagian dari Desa Menawan.


MEMBANGUN KAMPUNG BARU

Setelah lahan tersedia, masyarakat mulai membangun rumah dan lingkungan secara bertahap.

Rumah demi rumah mulai berdiri.

Jalan lingkungan mulai dibangun.

Kegiatan sosial dan keagamaan mulai berkembang.

Gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Warga saling membantu dalam pembangunan rumah, kerja bakti, kegiatan sosial, keamanan lingkungan, serta kegiatan keagamaan.

Tempat yang pada awalnya hanya merupakan kawasan relokasi perlahan berkembang menjadi sebuah permukiman dengan kehidupan masyarakat yang semakin kuat.


LAHIRNYA NAMA KEPOH MULYO

Seiring berkembangnya kawasan permukiman, masyarakat kemudian memiliki identitas yang dikenal sebagai Kepoh Mulyo.

Nama Kepoh Mulyo menjadi identitas baru masyarakat yang sebelumnya dikenal sebagai warga Relokasi Mandiri.

Nama tersebut membawa harapan akan kehidupan yang lebih baik.

“Mulyo” memiliki makna kemuliaan, kesejahteraan, dan kehidupan yang lebih baik.

Kepoh Mulyo kemudian menjadi doa dan harapan agar masyarakat dapat hidup dengan aman, tenteram, rukun, dan sejahtera.

Dengan demikian:

Relokasi Mandiri adalah bagian dari sejarah perjuangan.

Kepoh Mulyo adalah identitas kehidupan baru.


DARI KAMBANGAN MENUJU KEPOH MULYO

Perjalanan masyarakat dapat digambarkan sebagai berikut:

DUKUH KAMBANGAN
↓
ANCAMAN LONGSOR
↓
BENCANA BESAR 21–22 JANUARI 2014
↓
12 WARGA TERTIMBUN MATERIAL LONGSOR
↓
PENGUNGSIAN DAN KEKHAWATIRAN MASYARAKAT
↓
GAGASAN TEMPAT TINGGAL BARU
↓
PERJUANGAN TOKOH DAN MASYARAKAT
↓
PEMBELIAN LAHAN SECARA MANDIRI
↓
RELOKASI MANDIRI
↓
PEMBANGUNAN PERMUKIMAN BARU
↓
KEPOH MULYO
↓
RT 07 RW 01 KAMPUNG BARU DESA MENAWAN


KEPOH MULYO HARI INI

Kini Kampung Kepoh Mulyo telah berkembang menjadi bagian dari RT 07 RW 01 Kampung Baru Desa Menawan.

Kampung yang dahulu lahir dari sebuah tragedi kini telah menjadi tempat tinggal dan kampung halaman bagi masyarakat.

Anak-anak tumbuh di sana.

Keluarga membangun kehidupan.

Masyarakat menjalankan kegiatan sosial dan keagamaan.

Gotong royong terus menjadi bagian dari kehidupan warga.

Bagi generasi sekarang, Kepoh Mulyo mungkin terlihat sebagai kampung biasa.

Namun bagi para pendahulu, kampung ini merupakan hasil dari perjuangan panjang setelah menghadapi bencana besar.


WARISAN PERJUANGAN

Sejarah Kepoh Mulyo mengajarkan bahwa bencana bukanlah akhir dari kehidupan.

Bencana membawa kesedihan.

Namun masyarakat memilih untuk bangkit.

Dari bencana lahir kesadaran.

Dari kesadaran lahir perjuangan.

Dari perjuangan lahir Relokasi Mandiri.

Dan dari Relokasi Mandiri lahirlah kehidupan baru bernama Kepoh Mulyo.

Para pendahulu mewariskan semangat:

  • Gotong royong
  • Kemandirian
  • Kepedulian terhadap sesama
  • Kerukunan
  • Keberanian menghadapi keadaan
  • Kepedulian terhadap keselamatan
  • Semangat membangun masa depan

Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga oleh generasi penerus.


PENUTUP

Kampung Kepoh Mulyo RT 07 RW 01 Kampung Baru Desa Menawan adalah bagian dari sejarah perjuangan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari tragedi tanah longsor Dukuh Kambangan.

Pada malam 21 Januari hingga dini hari 22 Januari 2014, bencana longsor besar terjadi.

Sebanyak 12 warga tertimbun material longsor.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam dan menjadi titik balik kehidupan masyarakat.

Setelah bencana, masyarakat mulai mencari solusi agar dapat hidup di tempat yang lebih aman.

Mereka tidak ingin meninggalkan Desa Menawan.

Dengan perjuangan masyarakat dan dukungan para tokoh, terutama Bapak Pasri Shodiq, Bapak Moh. Sholikin selaku Kepala Desa Menawan, serta Bapak Moh. Ribowo, gagasan relokasi kemudian berkembang menjadi sebuah permukiman baru.

Masyarakat berusaha menyediakan lahan secara mandiri dan membangun kehidupan baru.

Kawasan tersebut kemudian dikenal sebagai Relokasi Mandiri.

Seiring berjalannya waktu, permukiman tersebut berkembang dan dikenal dengan nama Kepoh Mulyo.

Kepoh Mulyo bukan hanya nama sebuah kampung.

Ia adalah simbol perjuangan masyarakat yang pernah mengalami bencana, kehilangan, ketakutan, dan ketidakpastian, tetapi memilih untuk bangkit.

Dari Kambangan mereka membawa kenangan.

Dari longsor mereka belajar tentang keselamatan.

Dari 12 warga yang menjadi korban, tersimpan duka dan sejarah yang tidak boleh dilupakan.

Dari Relokasi Mandiri mereka belajar tentang perjuangan.

Dan di Kepoh Mulyo mereka membangun masa depan.

KEPOH MULYO

Relokasi Mandiri adalah sejarah perjuangannya.
Kepoh Mulyo adalah identitasnya.
Gotong royong adalah kekuatannya.
Kebersamaan adalah warisannya.
Dan masa depan adalah harapan bersama.

Kampung Kepoh Mulyo RT 07 RW 01
Kampung Baru – Desa Menawan

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

  Menu Kategori

  Statistik

 Arsip Artikel

21 Agustus 2026 | 5 Kali
SEJARAH KAMPUNG KEPOH MULYO
21 Agustus 2026 | 4 Kali
Membangun Desa Lewat Gotong Royong
21 Agustus 2026 | 4 Kali
Perayaan Hari Kemerdekaan
21 Agustus 2026 | 5 Kali
SEJARAH KAMPUNG KEPOH MULYO
21 Agustus 2026 | 4 Kali
Perayaan Hari Kemerdekaan
21 Agustus 2026 | 4 Kali
Membangun Desa Lewat Gotong Royong
21 Agustus 2026 | 5 Kali
SEJARAH KAMPUNG KEPOH MULYO
21 Agustus 2026 | 4 Kali
Membangun Desa Lewat Gotong Royong
21 Agustus 2026 | 4 Kali
Perayaan Hari Kemerdekaan

 Agenda

Belum ada agenda

  Sinergi Program

 Aparatur Desa

Back Next

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Alamat : Desa SIDOJOYO
Desa : SIDO JOYO
Kecamatan : SIDOJOYO
Kabupaten : Kudus
Kodepos : 59314
Telepon : 085113342009
Email : fahri.asfa@gmail.com

  Statistik Pengunjung

  • Hari ini : 5
    Kemarin : 1
    Total Pengunjung : 197
    Sistem Operasi : Unknown Platform
    IP Address : 216.73.217.51
    Browser : Mozilla 5.0